Elliya

Cerbung : Fahry Alamsyah
Ilustrasi: Kamba Online

Cebrakkk…suara hempasan benda menghantam lantai begitu terdengar mengerikan untuk Elliya, ia terpengkur di sudut ruangan berukuran tak terlalu luas, wajahnya menunjukan warna kemurungan, rambutnya tak tersusun pada tempatnya, kusut mungkin itulah gambaran pada pakaian yang sedang ia kenakan saat ini, air matanya tak pernah berhenti mengalir menyusuri sejengkal demi sejengkal lekuk pipihnya, kepalanya hanya tertunduk tak berani memandang seorang lelaki perkasa di hadapannya.
Langkah demi langkah itu, terhentak dengan kuat menghujam lantai keramik yang selalu di bersihkan setiap harinya, namun bersihnya keramik itu tak sebersih keadaannya sekarang. Wajah lelaki itu, oh begitu menyeramkan, tak ada tampang-tampang menunjukkan bahwa ia orang baik, dengan badan yang tegap dan penuh tato naga, selalu memandang  Elliya dengan pandangan yang begitu tajam.

“Lihat apa yang telah kau lakukan! semua pekerjaanku gagal, aku rugi besar!” ucap laki-laki yang sudah menikah dengannya hampir 5 tahun. Elliya tak berubah dari tempatnya, ia diam ketakutan.
“Sekarang! usaha yang selama ini kubanggun semuanya akan berakhir. berakhir!”
“Maa…affkan, Aku mas.” Elliya membuka suaranya dengan nada yang tersendat-sendat dan kecil.
“Apa kamu bilang! Maaf, semudah itu kamu bilang maaf.”
“Mulai sekarang kau jangan tinggal dirumah ini lagi, pergi kau, pergi!” sebuah sepakkan mendarat di tubuh Elliya, Elliya hanya merintih kesakitan tubuhnya lunglai tak berdaya, sepakkan dan pukulan selalu ia dapatkan.
Elliya tak mengerti dengan keadaan suaminya sekarang, dulu di saat tahun-tahun pertama mereka menikah Elliya menggenal sosok suaminya adalah sosok laki-laki yang penyayang dengannya. Namu, semua itu berubah di tahun ketiga akhir, suaminya berubah total, pemarah, main kasar dan memiliki wanita idaman lain. Elliya sungguh tak mengerti dengan semua perubahan itu.
Puncaknya adalah malam ini, semua karena sebuah kesalahan  kecil yang tak sengaja ia lakukan berujung pada perlakuan sewenang-wenangan itu…
bersambung…

0 Response to "Elliya"

Posting Komentar